Manusia tidak luput dari yang namanya kesalahan, karena sejatinya tidak ada manusia yang sempurna, kecuali para utusan Allah yakni Nabi dan Rasulullah. Bahkan dalam suatu ceramah dan kisah-kisah nabi, ketika berbuat dosa kecil pada Allah , bertaubatnya sangat sungguh-sungguh hingga sholatnya bercucurkan air mata.
Tidak ada yang patut kita contoh kecuali para Nabi dan Rasul, mereka sangat sungguh-sungguh ketika meminta ampunan kepada Allah, sehingga dalam kondisi apapun, dalam duka maupun suka, selalu mengingat Allah.
Nah kadang kita suka melupakan hal itu, cendrung kepada duniawi yang selalu ingin dilihat 'kesan baik' oleh orang-orang di sekitar kita, dan akting-akting tersebut yang sesungguhnya menjauhkan kita dari sang pencipta. Dan lebih jauh daripada itu, terkadang kita merasa bahwasannya tidak ada yang mengawasi kita, kita luput atas seluruh perbuatan yang kita lakukan, di setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, itu semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Bahkan karena jaman milineal ini sangat mudah untuk mengakses internet, maka tak jarang banyak jari-jari yang melukai hati seseorang melalui kolom komentar, entah di Youtube, Facebook, IG, dsb.
Selain itu, melihat gambar atau video yang tidak sepantasnya adalah suatu tantangan pada generasi milineal ini, karena dengan mudahnya dimanapun dan kapanpun kita bisa mencari dan menemukan hal tersebut, dan ini yang kadang kita lupakan bahwasannya dalam Islam sangat dianjurkan untuk menjaga pandangan baik secara langsung mapun tidak langsung.
Memang perlu tekad dan usaha yang kuat untuk bisa menahan diri dari hal-hal yang demikian, karena menurut salah seorang dosen di UPI, salah satu yang bisa merusak otak adalah bukan hanya narkotika atau obat-obatan terlarang, tetapi dari konten digital yang tidak bermanfaat yang kita konsumsi sehari-hari, dan ini bisa lebih parah jika sudah kecanduan susah untuk berhenti, perlu waktu yang lama dan tekad yang kuat untuk bisa kembali pada kehidupan yang normal. Hal serupa juga sama seperti kita melihat orang-orang yang kecanduan dengan Game Online baik yang memainkannya melalui smartphone maupun di komputer (PC), bahkan media-media di China sempat mengabarkan bahwa beberapa gamers sampai ada yang meninggal karena tidak berhenti memainkan game selama 2 hari penuh ( 48 jam ). Memang kelihatannya menyenangkan, membuat imaginasi kita berhayal dan tentunya ketika zat dopamin mendominasi otak kita, maka akal sehat tidak akan bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Karenanya perlu kedisiplinan waktu untuk bisa membagi-bagi kegiatan atau aktivitas kita sehari-hari, karena memang sangat penting agar bisa diisi dengan sesuatu yang lebih bermanfaat.
Tulisan ini adalah sebagai refleksi bagi penulis untuk intropeksi diri dalam memanajemen waktu dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, karena penulis juga sadar bahwa sampai dengan sekarang, masih banyak kekurangan dan kekhilafan dalam memanfaatkan waktu karena pengaruh akan hadirnya smartphone, sehingga penulis lebih menyibukan diri untuk terlihat 'baik' di dalam dunia maya, padahal sebenarnya masih banyak kekurangan yang segera harus diperbaiki.