Jumat, 27 Juli 2018

Refleksi Diri ~ Aib

Allah menutupi aib yang besar pada dirimu, begitu baiknya Allah pada semua umat manusia di muka bumi ini hingga hal sekecil yang bisa saja menjadi celah untuk menjatuhkan reputasi seseorang atau memalukan seseorang dalam suatu perkara itu dicegah dan ditutup aibnya oleh Allah. Bahkan ketika orang itu berbuat sesuatu yang tidak disukai oleh Allah, Allah masih memberikan kasih sayangnya untuk bisa menutupi aibnya. 
Manusia tidak luput dari yang namanya kesalahan, karena sejatinya tidak ada manusia yang sempurna, kecuali para utusan Allah yakni Nabi dan Rasulullah. Bahkan dalam suatu ceramah dan kisah-kisah nabi, ketika berbuat dosa kecil pada Allah , bertaubatnya sangat sungguh-sungguh hingga sholatnya bercucurkan air mata. 
Tidak ada yang patut kita contoh kecuali para Nabi dan Rasul, mereka sangat sungguh-sungguh ketika meminta ampunan kepada Allah, sehingga dalam kondisi apapun, dalam duka maupun suka, selalu mengingat Allah.  
Nah kadang kita suka melupakan hal itu, cendrung kepada duniawi yang selalu ingin dilihat 'kesan baik' oleh orang-orang di sekitar kita, dan akting-akting tersebut yang sesungguhnya menjauhkan kita dari sang pencipta. Dan lebih jauh daripada itu, terkadang kita merasa bahwasannya tidak ada yang mengawasi kita, kita luput atas seluruh perbuatan yang kita lakukan, di setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, itu semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Bahkan karena jaman milineal ini sangat mudah untuk mengakses internet, maka tak jarang banyak jari-jari yang melukai hati seseorang melalui kolom komentar, entah di Youtube, Facebook, IG, dsb. 
Selain itu, melihat gambar atau video yang tidak sepantasnya adalah suatu tantangan pada generasi milineal ini, karena dengan mudahnya dimanapun dan kapanpun kita bisa mencari dan menemukan hal tersebut, dan ini yang kadang kita lupakan bahwasannya dalam Islam sangat dianjurkan untuk menjaga pandangan baik secara langsung mapun tidak langsung.
Memang perlu tekad dan usaha yang kuat untuk bisa menahan diri dari hal-hal yang demikian, karena menurut salah seorang dosen di UPI, salah satu yang bisa merusak otak adalah bukan hanya narkotika atau obat-obatan terlarang, tetapi dari konten digital yang tidak bermanfaat yang kita konsumsi sehari-hari, dan ini bisa lebih parah jika sudah kecanduan susah untuk berhenti, perlu waktu yang lama dan tekad yang kuat untuk bisa kembali pada kehidupan yang normal. Hal serupa juga sama seperti kita melihat orang-orang yang kecanduan dengan Game Online baik yang memainkannya melalui smartphone maupun di komputer (PC), bahkan media-media di China sempat mengabarkan bahwa beberapa gamers sampai ada yang meninggal karena tidak berhenti memainkan game selama 2 hari penuh ( 48 jam ). Memang kelihatannya menyenangkan, membuat imaginasi kita berhayal dan tentunya ketika zat dopamin mendominasi otak kita, maka akal sehat tidak akan bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Karenanya perlu kedisiplinan waktu untuk bisa membagi-bagi kegiatan atau aktivitas kita sehari-hari, karena memang sangat penting agar bisa diisi dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. 
Tulisan ini adalah sebagai refleksi bagi penulis untuk intropeksi diri dalam memanajemen waktu dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, karena penulis juga sadar bahwa sampai dengan sekarang, masih banyak kekurangan dan kekhilafan dalam memanfaatkan waktu karena pengaruh akan hadirnya smartphone, sehingga penulis lebih menyibukan diri untuk terlihat 'baik' di dalam dunia maya, padahal sebenarnya masih banyak kekurangan yang segera harus diperbaiki.


Selasa, 29 Mei 2018

Silaturahim BPH

Terjadi percakapan yang mengalir begitu saja tentang merencanakan bukber alias buka bersama sekaligus silaturahim dengan BPH (Badan Pengurus Harian) KAMIL Pascasarjana ITB.
x: Rencana bukber sambil jalan-jalan gimana ?
y: iya yuk jalan-jalan yang deket bandung aja
z: harusnya sih yang udah lama tinggal di bandung tau list-list tempat wisata
x: di rumah yang orang bandung aja
sy: oiya mangga kalau mau di rumah juga, InsyaaAllah Siap mengakomodasikan
.........
Dari chat di group whatsapp itulah awal mula kenapa bisa bukber dan silaturahim BPH di rumah saya yang berlokasi sedikit meminggir dari pusat kota.

Senin, 28 Mei 2018.
Mereka berangkat pukul 14.30 siang dengan menggunakan kendaraan online dari kampus yang pada akhirnya memakan waktu 2 jam perjalanan hingga sampai rumah, katanya: 
"Macet banget yak perjalanan menuju kesini hahaha"
"Sekarang saya tahu perjuanganmu selama ini"

Sekitar 8 orang BPH telah memasuki rumah dan berkumpul di ruang utama untuk langsung mendengarkan tausiyah dari seorang ustadz yang saya undang untuk sekaligus ngabuburit (menunggu adzan magrib berkumandang).
Rasanya sangat beruntung saya berada di dalam lingkaran tali silaturahim organisasi KAMIL Pascasarjana ITB 2018 ini, karena mempunyai teman-teman yang satu perjuangan dari berbagai latar belakang daerah, sekolah, dan jurusan. Tetapi yang menyatukan hati-hati kami adalah karena Gusti Allah.

Setelah itu kami semua mengadakan gathering pada besok harinya di Petapark :D
Gaya yang selalu dipakai peraga tangan "L" yang makna nya Leading, dan kelanjutannya adalah

Peraga tangan "C" yang makna nya Caring hehe


Ternyata anak pascasarjana zaman now masih suka eksis kalau ada kamera






"Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya Engkau maha mengetahui bahwasanya hati hati kami ini telah berkumpl atas cinta kepada Engkau dan bertemu atas ketaatan kepada engkau, dan bersatu atas dakwah dan saling mengikat janji atas untk membela syariat Engkau. Maka itu yaa Allah, kuatkan lah ikatan persatuan ini, kekalkan lah kecintannya, dan tujukkanlah jalan nya, dan penuhilah dia dengan cahaya Engkau yang tak pernah redup. Dan lapangkan lah dadanya dengan pancaran iman kepaada Engkau dan tawaakkal yang baik kepada Engkau.  Dan hidupkan lah dia dengan mengenal Engkau dan matikanlah dia atas syahadah pada jalan Engkau. Sesungguh nya Engkau adalah sebaik baik pelindung dn penolong. Yaa Allah Tuhan Kami, kabulkan lah doa dan permohonan kami. Semoga shalawat dn salam selalu tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan kepada segenap keluarga dan shahabatnya."

Rabu, 11 April 2018

23th

Hari ini adalah hari kamis tepatnya tanggal 12 april 2018 di mana hari aku dilahirkan ke dunia ini.
Terimakasih Ya Allah telah memperlihatkan dunia fana ini kepadaku, dan kelak aku akan kembali kepadamu.
Dan maafkan aku ya Allah selama hidupku 23tahun ini banyak waktu yang aku sia siakan , banyak dosa yang kuperbuat, banyak hal-hal yang tidak bermanfaat. Maafkan diriku ya Allah :')

Kamis, 29 Maret 2018

Mabit

Bandung 29 Maret 2018, di Mesjid LIPI.
Ustadz: Elfahmi

Jauh dari kata sempurna dan jauh dari kata benar adalah Saya.
Saya merasa banyak sekali kekurangan, kesalahan, dan kesia-siaan.
Banyak hal yg tidak saya sadari bahwa Allah menerangi hidup saya, meng-guide jalan saya, dan selalu mendampingi saya dimanapun berada.
Salah satunya adalah dengan dimasukkannya saya ke dalam Keluarga Mahasiswa Islam Pasacasarjana ITB ini.
Kali ini saya mengikuti Mabit, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil untuk memperbaiki hidup saya yang tidak sempurna dan jauh dari kata benar. Diantara untuk memperbaiki hidup adalah dengan memperbaiki Amalan Yaumiah.
Menurut Ustadz Elfahmi bahwa Amalan Yaumiah itu bisa melatih kekuatan kita dalam menghadapi berbgai masalah duniawi dan akhirat, karena tidak ada permasalahan yang sulit dipecahkan kalau kita selalu bersama Allah , selalu diberikan jalan keluar. Oleh karena itu, perbaikilah Amalan Yaumiah Kita dengan 1. Niat yang Ikhlas, 2. Mengikuti ajaran Nabi Muhammad.
Selain itu lakukan segala sesuatu dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguh. Semkin kita sibuk melakukan kebaikan-kebaikan maka kita akan bisa memaknai waktu dan secara kedisiplinan, tubuh kita akan tersistem secara biologis akan mengerjakan sesuatu secara rutin (tanpa ada paksaan) karena dorongannya berasal dari dalam.
Untuk melakukan hal-hal kebaikan maka diperlukan perencanaan yang dilakukan setiap harinya dan untuk mengukur sejauhmana kita sudah melakukan hal tersebut maka perlu dibuat KPI (key performance index) untuk melakukan Amalan Yaumiah seperti :
Qiyamullail, Sholat Dhuha, Berzikir pagi petang, sholat berjamaah di mesjid, interaksi dengan Alquran, Zakat, Infaq, baca buku yang menambah keimanan kita, dsb.
Wallahualam, semoga dari detik ini saya bisa menjauhi segala larangan Allah (kemaksiatan) dan memanfaatkan setiap detik waktu yang diberikan oleh-Nya untuk selalu berbuat kebaikan.
"Don't wait until tomorrow untuk melakukan kebaikan"
"Lakukan akselerasi ibadah dengan mengerjakan Amalan Yaumiah"
Bismillah... luruskan Niat

Minggu, 25 Maret 2018

Salah Satu Kutipan Buku "Entrepreneur Organik"

Awal mulane menungso entuk ngelmu kuwi soko kuping. 
Nanging siro ojo gumede sebab durung mesti iso ningali.
Wis ningali ojo gumede siro, sebab durung mesti ngerti. 
Wis ngerti ojo gumede siro, sebab durung mesti bener. 
Wis bener siro, durung tentu adil. 
Wis adil siro, ojo gumede, sebab durung tentu bijaksono. 
Wis bijaksono siro, durung mesti waskito. 
Wis waskito siro, ojo gumede sebab durung mesti manjing suwargo.
Wis manjing suwargo siro, durung mesti sing duwe suwargo.

Awal mula manusia mendapat ilmu dari pendengaran.
Tetapi kamu jangan sombong, sebab belum tentu bisa menganalisis.
Sudah mampu menganalisis jangan sombong kamu, sebab belum tentu mengerti.
Sudah mengerti kamu, jangan sombong sebab belum tentu kamu benar.
Sudah benar jangan sombong kamu, sebab belum tentu adil.
Sudah mampu adilkah kamu, jangan sombong sebab belum tentu bijaksana.
Sudah bijaksana kamu, jangan sombong sebab belum tentu waspada.
Sudah waspada kamu, jangan sombong sebab belum tentu masuk surga.
Sudah masuk surga kami, jangan sombong sebab belum tentu bertemu dengan Pemilik Syurga.
-Fuad Affandi-

Sabtu, 10 Februari 2018

Pelantikan KAMIL

Hari ini Sabtu 10 Februari 2018 saya Mushthofa Kamal secara resmi bergabung dengan Badan Pengurus Harian KAMIL Pascasarjana ITB 2018, selamat mengemban amanah.. semoga semua proker2 nya dapat segera terwujud. Aamiin

Rabu, 24 Januari 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Evaluasi diri rapat BPH

Sebelum rapat BPH, ketua sibuk mempersiapkan secarik kertas untuk diisi oleh para anggota nya..
Siap ? Ujar ketua
Lalu beliau berkata tulis saja dulu pertanyaan nya nanti ada waktu untuk menjawab di akhir
Dan pertanyaan itu adalah ?
1. Intensitas sholat berjamaah di mesjid dlm seminggu
2. Intensitas shodaqoh
3. Intensitas tilawah dan menghafal alquran
4. Intensitas zikir pagi dan petang
5. Intensitas mengaji

YaAllah maafkan saya selama ini saya masih sangat kurang untuk melakukan hal tersebut, jd dengan jujur saya menjawab kurang lebih 50℅ 😞

Alhamdulillah hal tersebut menjadi evaluasi bagi saya untuk menjadi lebih baik lagi

Rabu, 17 Januari 2018

Masalah milih makanan yang akan disantap

Terkadang banyak pikiran kita tentang makanan apa yang hendak disantap kelak,  pikiran itu pastinya selalu ada ketika merasa lapar. Biasanya pikiran itu meliputi; Berapa biaya yang akan dikeluarkan? Makanan apa yang mengenyangkan atau yg mempunyai rasa yg enak? Berkuah atau kering? Hangat atau yang langsung jadi? Lokasinya dimana? Mau cobain promo atau ga usah? Rasa yg baru tau atau yg biasa aja? Dan seterusnya.
Nah ternyata belum tentu apa yang dipikirkan itu dapat terealisasi karena ada suatu hal, contohnya spt antrian panjang, tutup atau tidak jualan, terlalu jauh lokasinya dsb, dan akhirnya kita sendiri yang memutuskan untuk membeli makanan yang lain dan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan sebelumnya.
Kalau kita cermati padahal prinsip untuk memilih makanan itu sederhana sekali, yaitu; mengenyangkan dan menyesuaikan budget kita. Itu saja cuma dua .
Kenapa ada dua?
Faktor mengenyangkan adalah krn kondisi perut kita sedang lapar jd gak mungkin kita makan hanya makanan ringan saja yang sifat nya hanya bertahan sementara
Kedua faktor menyesuaikan budget artinya kita memperhitungkan berapa biaya yang akan kita keluarkan untuk makanan, apakah cukup uang sekian untuk membeli makanan.
Prinsipnya sesederhana itu, jadi jangan sia - siakan waktumu untuk berfikir membeli makanan yang hendak disantap 😁

Selasa, 16 Januari 2018

SABAR

Sabar itu definisi menurut saya adalah menahan amarah atau nafsu yg ditimbulkan dari suatu keadaan.
Apakah sabar itu ada batasnya ? Ya, sabar itu batasnya adalah kematian, karena selama kita hidup di dunia, permasalahan akan terus datang silih berganti. Jadi kalau sudah mati maka tidak adalagi yang namanya sabar.
Salah satu cara sabar utk menghadapi sesuatu adalah dengan tenang, banyak beristigfar, dan berpositif thinking. Karena kalau tidak begitu kita akan larut dalam permasalahan, padahal sebenarnya yang kita butuhkan adalah fokus dalam pemecahan masalah atau solusinya seperti apa.

Kemanakah aku akan berlayar ?

Semakin hari aku merasa waktu berjalan dengan sangat cepat hingga saking cepatnya aku gak tahu harus melakukan apa, harus bagaimana, dan aku kehilangan arah tujuan hidupku.
Kuliah dan organisasi aku lakukan untuk mengisi waktu yang tiada berhenti, tapi entah kenapa hari-hariku begitu sangat sepi, sangat cepat berlalu, dan pertanyaan yang sama kembali muncul "kemana hendak aku akan belayar dan dimana aku akan berlabuh?"

Kemanakah aku akan berlayar ?

Semakin hari aku merasa waktu berjalan dengan sangat cepat hingga saking cepatnya aku gak tahu harus melakukan apa, harus bagaimana, dan aku kehilangan arah tujuan hidupku.
Kuliah dan organisasi aku lakukan untuk mengisi waktu yang tiada berhenti, tapi entah kenapa hari-hariku begitu sangat sepi, sangat cepat berlalu, dan pertanyaan yang sama kembali muncul "kemana hendak aku akan belayar dan dimana aku akan berlabuh?"