Kamis, 29 Maret 2018

Mabit

Bandung 29 Maret 2018, di Mesjid LIPI.
Ustadz: Elfahmi

Jauh dari kata sempurna dan jauh dari kata benar adalah Saya.
Saya merasa banyak sekali kekurangan, kesalahan, dan kesia-siaan.
Banyak hal yg tidak saya sadari bahwa Allah menerangi hidup saya, meng-guide jalan saya, dan selalu mendampingi saya dimanapun berada.
Salah satunya adalah dengan dimasukkannya saya ke dalam Keluarga Mahasiswa Islam Pasacasarjana ITB ini.
Kali ini saya mengikuti Mabit, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil untuk memperbaiki hidup saya yang tidak sempurna dan jauh dari kata benar. Diantara untuk memperbaiki hidup adalah dengan memperbaiki Amalan Yaumiah.
Menurut Ustadz Elfahmi bahwa Amalan Yaumiah itu bisa melatih kekuatan kita dalam menghadapi berbgai masalah duniawi dan akhirat, karena tidak ada permasalahan yang sulit dipecahkan kalau kita selalu bersama Allah , selalu diberikan jalan keluar. Oleh karena itu, perbaikilah Amalan Yaumiah Kita dengan 1. Niat yang Ikhlas, 2. Mengikuti ajaran Nabi Muhammad.
Selain itu lakukan segala sesuatu dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguh. Semkin kita sibuk melakukan kebaikan-kebaikan maka kita akan bisa memaknai waktu dan secara kedisiplinan, tubuh kita akan tersistem secara biologis akan mengerjakan sesuatu secara rutin (tanpa ada paksaan) karena dorongannya berasal dari dalam.
Untuk melakukan hal-hal kebaikan maka diperlukan perencanaan yang dilakukan setiap harinya dan untuk mengukur sejauhmana kita sudah melakukan hal tersebut maka perlu dibuat KPI (key performance index) untuk melakukan Amalan Yaumiah seperti :
Qiyamullail, Sholat Dhuha, Berzikir pagi petang, sholat berjamaah di mesjid, interaksi dengan Alquran, Zakat, Infaq, baca buku yang menambah keimanan kita, dsb.
Wallahualam, semoga dari detik ini saya bisa menjauhi segala larangan Allah (kemaksiatan) dan memanfaatkan setiap detik waktu yang diberikan oleh-Nya untuk selalu berbuat kebaikan.
"Don't wait until tomorrow untuk melakukan kebaikan"
"Lakukan akselerasi ibadah dengan mengerjakan Amalan Yaumiah"
Bismillah... luruskan Niat

Minggu, 25 Maret 2018

Salah Satu Kutipan Buku "Entrepreneur Organik"

Awal mulane menungso entuk ngelmu kuwi soko kuping. 
Nanging siro ojo gumede sebab durung mesti iso ningali.
Wis ningali ojo gumede siro, sebab durung mesti ngerti. 
Wis ngerti ojo gumede siro, sebab durung mesti bener. 
Wis bener siro, durung tentu adil. 
Wis adil siro, ojo gumede, sebab durung tentu bijaksono. 
Wis bijaksono siro, durung mesti waskito. 
Wis waskito siro, ojo gumede sebab durung mesti manjing suwargo.
Wis manjing suwargo siro, durung mesti sing duwe suwargo.

Awal mula manusia mendapat ilmu dari pendengaran.
Tetapi kamu jangan sombong, sebab belum tentu bisa menganalisis.
Sudah mampu menganalisis jangan sombong kamu, sebab belum tentu mengerti.
Sudah mengerti kamu, jangan sombong sebab belum tentu kamu benar.
Sudah benar jangan sombong kamu, sebab belum tentu adil.
Sudah mampu adilkah kamu, jangan sombong sebab belum tentu bijaksana.
Sudah bijaksana kamu, jangan sombong sebab belum tentu waspada.
Sudah waspada kamu, jangan sombong sebab belum tentu masuk surga.
Sudah masuk surga kami, jangan sombong sebab belum tentu bertemu dengan Pemilik Syurga.
-Fuad Affandi-